HOME     GALERI    Yahoo Messenger

Oleh : Andy Herwanto pada :  25-06-2010
[dibaca : 78 ]  [komentar : 0 ]    


Syetan rupanya sangat bangga dengan tugasnya, menggoda manusia untuk berbuat jahat. Namun manusia yang satu ini rupanya juga penasaran. Kalau begitu, siapa yang menggoda syetan? katanya dalam hati.

Orang itu tak lain Mukidin, pertugas pentakmir masjid di dekat rumahnya. Dia sekarang makmur karena bisa korupsi di sana sini. Suatu ketika Mukidin bertanya pada seorang Kiai Sufi.
“Pak Kiai, syetan itu kan punya tugas menggoda manusia, lalau siapa yang menggoda syetan?” tanyanya agak sombong
.....
   [Selengkapnya]

 
     UserID
    
     Password
    
    
 


  Polling
 
Mengingat kondisi Institusi, masa kerja dan kepangkatan Customs next, Apa pilihan anda dalam karier di Bea Cukai saat ini
 
Hasil Polling
 
Promosi Ess IV tapi di negeri antah berantah
  22,22%
 
Promosi Ess V di KPM
  55,56%
 
Tetap Sebagai Pelaksana di Kantor Besar/Pilihan
  22,22%
 
Jumlah Vote : 9
Login for vote!
 



  Yang anget..yang anget...
Oleh : Andy Herwanto pada: 10-03-2010
Mengundang kehadiran rekan-rekan CX beserta keluarga, dalam acara Resepsi Pernikahan rekan kita :

Yulis Triono
&
Sari Andriani


Hari Minggu
Tanggal : 14 Maret 2010
Pukul : 11.00 - 13.00 WIB
Tempat : Gedung Pertemuan Pertamina (Wanita Patra)
Jl. Cempaka Putih Tengah XX B jakarta Pusat

...[selengkapnya]

 
Untitled Document

Siapa yang menggoda syetan?
Oleh : Andy Herwanto   2010-06-25 16:31:59
[dibaca : 79 ]    [komentar : 0 ]    


Syetan rupanya sangat bangga dengan tugasnya, menggoda manusia untuk berbuat jahat. Namun manusia yang satu ini rupanya juga penasaran. Kalau begitu, siapa yang menggoda syetan? katanya dalam hati.

Orang itu tak lain Mukidin, pertugas pentakmir masjid di dekat rumahnya. Dia sekarang makmur karena bisa korupsi di sana sini. Suatu ketika Mukidin bertanya pada seorang Kiai Sufi.
“Pak Kiai, syetan itu kan punya tugas menggoda manusia, lalau siapa yang menggoda syetan?” tanyanya agak sombong
“Ya kamu itu yang menggoda syetan!” kata Kiai seraya mengumbar tawa.

Mukidin pun ikut tertawa sampai-sampai perutnya yang buncit itu berguncang-guncang.
Suasana sejenak hening, dan Mukidin hanya tertunduk sambil merenungi dirinya. Benarkah dirinya bisa menggoda syetan, sedangkan syetan dari ujung rambut hingga kakinya pun belum ia kenal?
Setelah beberapa bulan ia menyadari akan tindakan buruknya selama ini, ia bertobat lalu mendatangi Kiai Sufi itu.
“Benar Pak Kiai, saya memang sering menggoda syetan,” katanya.
“Ya, kalau kamu tidak menggodanya, syetan tidak berani menggodamu,” kata Kiai itu yang disambut manggut-manggut Mukidin

sufinews

 
Komentar


  Links

  Komentar
the CustomsneXt.com
copyright@2008