| Polling |
| |
|
Mengingat kondisi Institusi, masa kerja dan kepangkatan Customs next, Apa pilihan anda dalam karier di Bea Cukai saat ini |
| |
|
Hasil Polling
|
| |
|
|
| Promosi Ess IV tapi di negeri antah berantah |
22,22%
|
| |
|
|
| Promosi Ess V di KPM |
55,56%
|
| |
|
|
| Tetap Sebagai Pelaksana di Kantor Besar/Pilihan |
22,22%
|
| |
Jumlah Vote :
9 |
Login for vote! |
|
| |
|
|
| Yang anget..yang anget... |
|
Oleh : Andy Herwanto pada: 10-03-2010
Mengundang kehadiran rekan-rekan CX beserta keluarga, dalam acara Resepsi Pernikahan rekan kita :
Yulis Triono
&
Sari Andriani
Hari Minggu
Tanggal : 14 Maret 2010
Pukul : 11.00 - 13.00 WIB
Tempat : Gedung Pertemuan Pertamina (Wanita Patra)
Jl. Cempaka Putih Tengah XX B jakarta Pusat
...[selengkapnya] |
|
|
| |
Untitled Document
|
|
|
|
Pelayan Cantik Nishapur
Oleh : Andy Herwanto 2010-03-22 16:25:44 [dibaca : 137 ] [komentar : 0 ]
Fariduddin Attar bercerita: Suatu saat, seorang saudagar dari Nishapur meminjamkan wang kepada orang yang berada jauh di kota lain. Ia ingin pergi ke tempat itu untuk menagih piutangnya. Saudagar itu mempunyai seorang pelayan yang teramat cantik dan ia tidak boleh menemukan orang yang boleh dipercaya untuk dititipi pelayan cantik itu. Akhirnya ia memutuskan untuk menitipkannya kepada seorang saleh, Hazrat Utsman Hariri.
Pada suatu hari, secara tak sengaja, Hariri melihat wajah gadis itu dan dia langsung jatuh cinta kepadanya. Tapi ia mampu mengendalikan dirinya. Lalu ia pergi ke guru spiritualna, Hazrat Abu Hafs Hadad untuk meminta pertolongan melunakkan hatinya yang bergejolak. Sang guru menyarankan ia untuk pergi ke Hazrat Yusuf bin Husain dan mengikuti nasihat yang akan ia berikan.
Ketika Hariri tiba di kota Yusuf, orang-orang mencegah ia untuk menjumpai Yusuf karena Yusuf dianggap telah sesat. Hariri pun pulang ke Nishapur. Ketika gurunya mengetahui hal ini, ia menyuruh Hariri untuk kembali pergi menemui Yusuf. Kali ini, Hariri langsung menemuinya.
Hariri amat terkejut saat menjumpai Yusuf sedang duduk bersama seorang pemuda tampan dengan sebotol anggur dan sebuah cawan terletak di hadapannya. Namun wajah Yusuf memancarkan cahaya kesalihan. Hariri tak dapat mengerti perilaku yang tak lazim ini dan ia hanya boleh duduk memperhatikan Yusuf.
Ketika Yusuf mulai berbicara, kata-katanya amat indah sehingga Hariri terpukau dibuatnya. Hariri menanyakan perilakunya yang aneh itu. Yusuf berkata, “Pemuda tampan ini anakku.dan ia sedang belajar Al-Quran bersamaku sementara botol ini hanya berisi air. Dan mengapa aku bertingkah laku seperti ini, ini semua untuk menghindarkan para saudagar menitipkan pelayan cantiknya kepadaku ketika ia pergi….”
kisah kisah sufi)
|
|
| |
| Komentar |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|